BlogPemanfaatan Internet

Selembewintra: Selangkah Lebih Maju Bersama Wifi Nusantara



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Untuk Kita Semua, Syalom!

Ijinkan saya selaku anak Bangsa Indonesia untuk menceritakan pemanfaatan Wifi Nusantara untuk membangun desaku di dalam konten ini.

Namaku Stevandri Patty, umurku kini telah beranjak 14 tahun dan duduk di bangku kelas III SMP. Tempat tinggalku di Desa Allang Asaude. Desa Allang Asaude merupakan salah satu desa transmigrasi yang bermigrasi setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Desa Allang Asaude terbentuk di Pulau Seram-Maluku, yang berkecamatan Waisala/Huamual Belakang dan jaraknya dari pusa kota kira-kira 800 KM. “Tak terlalu besar namun nyaman”, itulah desaku. Tak terasa 14 tahun telah kulalui bersama keluarga dan teman. Suka, senang, sedih, dan tawa kulewati di desaku.

di desaku pernah terjadi sebuah tragedi yang tak pernah terlupakan. Pada tahun 1998-2000, di desaku terjadi kerusuhan empat kali berturut-turut, yang memakan banyak korban jiwa dan kebakaran tempat tinggal serta gereja. Hutan, itulah tempat persembunyian yang aman. Setelah kerusuhan itu berakhir, keadaan mulai membaik. Pembangunan desa kembali dibangun dari tahap awal. 10 tahun berlalu, waktu itu saya telah duduk di bangku kelas 1 SD. Walaupun fasilitas-fasilitas desa telah dibangun seperti sekolah, koerasi, Balai Desa, Selokan, Puskemas, dan jalan raya, desaku sangatlah keterbelakangan. Jarak desa dari pusat kota yang sangat jauh ini membuat jalan-jalan yang tak beraspal sangatlah rusak apalagi tiba musim hujan, sehingga transportasi yang lewat di daerah ini sangatlah sedikit dan perlu 4 jam perjalanan untuk sampai di desaku dari pusat kota menggunakan transportasi roda empat. Selain itu, jaringan telepon yang minim membuat warga di desaku tidak dapat saling berkomunikasi jarak jauh dengan baik, bahkan hampir semua warga di desaku tidak mengenal apa itu internet. Kurangnya pengetahuan orang tua dan anak tentang pendidikan dan teknologi. Hal ini yang menyebabkan hampir semua warga di desaku berprofesi sebagai petani dan nelayan, yang pendapatan setiap harinya bahkan tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

Selain kurangnya pengetahuan, keterbatasan fasilitas-fasilitas desa, bahkan budaya daerah Maluku yang ada di desaku kian lenyap karena tak pernah dikembangkan dan diperkenalkan kepada anak cucu. Keterbelakangan ini hanya menyisahkan keindahan dan kekayaannya yang tersembunyi dari mata dan telinga asing. 5 tahun berlalu, keterbelakangan ini tak pernah berubah menjadi kemajuan. Kemiskinan, kekurangan, bahkan kebodohan selalu meliputi hari-hari kami. Akankah kemiskinan, kekurangan bahkan kebodohan akan lenyap?

Hingga pada akhirnya, keterbelakangan itu berubah menjadi kemajuan melalui Wifi Nusantara yang disumbangkan oleh Tim Kominfo kepada sekolahku SDN Allang Asaude. Melalui Wifi Nusantara, jaringan telepon yang minim telah diganti dengan jaringan Wi-Fi tanpa batas yang mengundang orang tua dan anak-anak di desaku untuk selangkah lebih maju untuk mengenal apa itu internet, sehingga internet semakin dikenal di desaku. Telepon genggan bermerk NOKIA yang hanya berfungsi untuk mengirim pesan singkat (SMS) dan berkomunikasi telah diganti dengan Smartphone bermerk OPPO, SAMSUNG, VIVO, dan lain-lain yang dapat terhubung ke internet melalui koneksi jaringan telepon dan jaringan Wi-Fi. Sehingga dengan terhubungnya ke internet, mereka dapat berkomunikasi secara online melalui aplikasi Media Sosial seperti Facebook, Whatsaap, Tweeter, Instagtam, E-Mail, dan lain-lain, serta dapat memamerkan keindahan alam di desaku dan kekayaannya.

Selain melalui aplikasi Media Sosial, aplikasi dan blog-blog di internet yang bertema edukasi dapat didownload dan dipelajari, sehinga kebodohan anak bangsa di desaku dapat terusir jauh dan mereka semakin pandai dan kreatif. Tak kalah juga aplikasi seperti You Tube dan Vidmate, yang dapat digunakan untuk menonton dan mendownload video, mereka dapat menggali kembali budaya daerah Maluku dan daerah lainnya yang dikembangkan melalui:

– Tarian daerah, seperti Cakalele, Tari Lenso, Orlapei Saureka-reka, bahkan tari kipas yang ditiru dari tarian asal Cina.– Lagu daerah, seperti Negeri Allang, Transmigrasi Allang, Gunung Kotahalu, dan lagu dari daerah lainnya.

– Cerita sejarah Allang Asaude, yang yelah dipublikasikan melalui blog-blog di internet

Karena keindahan, kekayaan dan budayanya yang telah dipublikasikan, kini banyak wisatawan lokal maupun macanegara yang datang ke desaku untuk berwisata. “WAOOO!!”, itulah kata yang sering diucapkan segelah panorama desaku tampak di mata mereka. Bahkan saat ini Wifi Nusantara yang berlokasi di SDN Allang Asaude sangatlah ramai dikunjungi siang dan malam. Apalagi sedang diadakan rurnamen sepak bola dan bola voli antar desa dan dusun, dalam menyongsong HUT TNI ke-73 sehingga banyak warga desa lain yang datang untuk menyaksikan turnamen itu. Selain menyaksikan turnamen itu, mereka dapat pula mampir di SDN Allang Asaude untuk sekedar chatting dan lain-lain

Karena kemajuan yang dialami desaku, serta ramainya peminat Wifi Nusantara, pemerintah desa mulai membangun fasilitas-fasilitas desa agar lebih maju dan semakin mengundang wisatawan. Fasilitas-fasilitasnya berupa lampu jalan raya, selokan, keran air bersih, MCK Umum, setapak, perencanaan pembuatan tempat wisata, bahkan sedang dilakukan pengaspalan jalan raya yang menjadikan perjalanan lebih lancar tanpa hambatan jalan rusak, dan lain-lain.

Demikian cerita saya mengenai pemanfaatan Wifi Nusantara untuk membangun desaku. Harapan saya; semoga melaui Wifi Nusantara, desaku semakin berkembang lagi.

Terima kasih Wifi Nusantara, Terima Kasih Bakti Kominfo, doa kami menyertai kalian semoga Tuhan tetap memberkati dan menyayangi kalian agar program-program yang akan kalian laksanakan bisa berjalan dengan segala baik.

Burung nuri burung dara

terbang hinggap di atas batu

Terima kasih Wifi Nusantara

Saya ingin jadi juara satu

Penulis: Stevandri Vauldan Patty

Leave a Reply