BlogPemanfaatan Internet

Semangat Nawacita: Kebebasan Akses Internet di Desa Samber, Biak, Papua

By September 17, 2018 No Comments


Pertama kalinya dalam hidupku untuk menginjakkan kaki di Papua. Saat itu, akhir Juni 2018 dimana saya dan tim KKN-PPM UGM mengabdi di Desa Samber, Biak, Papua. Semangat yang kami bawa untuk mengabdi juga disambut dengan pertanyaan yang melintas di pikiran kami; “Apakah kita masih bisa berkomunikasi?” dan “Apakah disana ada koneksi internet?”.

Sesampainya di Desa Samber, ada berita baik yang membuat saya terkejut. Saat kami sedang penyambutan di kampung, ada petugas desa yang mengatakan bahwa di Desa Samber terdapat Wifi. Ah! Yang benar saja. Jaringan telepon saja edge, terkadang 2G (Telkomsel-BAKTI). Saya penasaran, saya langsung bertanya lebih lanjut kepada petugas desa yang menyebutkan hal tersebut. Saya berjalan sekitar 3 menit menuju SMA Samber yang terletak di bagian ujung desa. Lalu saya menghidupkan HP saya, dan beneran! Semua kekhawatiran saya akan koneksi internet hilang. Koneksi internetnya juga cepat. Dalam benakku, Wifi Nusantara ini akan sangat membantu kami dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan program tim, berkomunikasi dan juga mengakses internet untuk keperluan sehari-hari.

Hari-hari kami lewati tanpa khawatir lagi dengan koneksi internet. Hal ini tentu sangat menghemat waktu dan energi kami dibanding harus pergi ke Kota Biak selama 30 menit perjalanan (dengan sepeda motor). Selain itu, saat ingin mengirim file-file penting yang berkaitan tentang tim KKN, kami juga menggunakan internet yang disediakan oleh BAKTI Kominfo ini. Salah satu kesan saat menggunakan Wifi Nusantara ini adalah saat saya ingin mengunggah video promosi keindahan Desa Samber dan Binyeri. Saya membawa laptop yang berisi file video tersebut dan pergi ke SMA Samber dengan beberapa anak-anak dari desa. Lalu di sudut SMA Samber tersebut saya menghidupkan laptop saya dan mulai mengakses Wifi Nusantara dengan satu klik pada halaman arahan saat sudah terhubung dengan wifi nusantara. Kemudahan dalam mengakses internet ini selalu membuat saya merasa bahwa inilah esensi dari kemerdekaan akses internet. Kemudian, setelah terhubung dengan Wifi Nusantara, saya hanya tinggal membuka Youtube dan mengunggah videonya.

Akses internet gratis 24 jam setiap hari ini banyak memberi dampak positif. Banyak anak-anak sekolah yang sangat terbantu untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Begitu juga dengan warga yang ingin mengakses internet untuk keperluan media sosial, berkomunikasi, ataupun mencari informasi di internet. Saya juga mendengar bahwa sudah banyak orang dari arah kota ataupun desa sebelah yang datang ke tempat ini untuk mengakses internet.

Bagi warga Desa Samber, Wifi Nusantara sudah menyentuh sendi-sendi penting dalam aktivitas yang ada di kampung. Guru, anak-anak, pemuda-pemudi maupun orangtua sangat terbantu dengan kehadiran akses internet gratis. Tak heran, mereka juga sudah banyak mengerti informasi tentang dunia di luar desanya, baik itu berita, lagu-lagu, maupun video.

Kemerdekaan akses internet ini dapat menciptakan kreatifitas ekonomi dimana masyarakat dengan potensi dari daerahnya dapat berpartisipasi dalam siklus perekonomian. Seperti halnya Desa Samber yang memiliki potensi ekonomi dari sektor perikanan dan pariwisata serta memiliki kelompok usaha pembuatan abon. Akses internet yang sudah tersedia di kampung ini dapat dimanfaatkan untuk mengakses informasi, mempromosikan produk abon, serta mempublikasi informasi berkaitan potensi yang dimiliki Desa Samber.

Setelah 73 tahun Indonesia merdeka, sudah banyak program pemerintah yang pro-rakyat, yang saya alami di Desa Samber merupakan salah satu contohnya yaitu Kemerdekaan Akses Internet Tanpa Batas. Wifi Nusantara sangatlah penting untuk desa yang masih kurang akses internetnya. Hadirnya Wifi Nusantara memiliki nilai-nilai strategis yaitu semangat Nawacita, mencerdaskan bangsa, tujuan sosial, dan pertumbuhan ekonomi.

Semangat Nawacita

Berlandaskan poin ketiga Nawacita dari Pak Jokowi-JK yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”, semakin menambah pesan pengabdian dari negara buat rakyatnya. Pembangunan merata di berbagai aspek merupakan cita-cita yang luhur dari negara agar tidak terjadi ketimpangan antar wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.

Mencerdaskan Bangsa

Tentunya pendidikan Indonesia jadi lebih baik melalui keterbukaan akses informasi dan ilmu pengetahuan melalui internet. Berdasarkan hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, persentase terbesar dalam pemanfaatan internet bidang edukasi adalah membaca artikel (55,30%) lalu melihat video tutorial (49,67%).  Pada era informasi yang serba cepat saat ini, kita dapat menemukan banyak artikel, buku virtual, informasi sekolah, kursus online serta beasiswa lewat internet.

Tujuan Sosial

Menunjukkan bahwa kesenjangan informasi semakin menipis. Setiap rakyat Indonesia berhak untuk mendapatkan akses gratis internet meskipun mereka masih berada di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Program dari BAKTI Kominfo ini juga sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dimana tidak boleh ada perbedaan kedudukan / strata, semua rakyat Indonesia mendapatkan hak-hak yang sudah selayaknya diperoleh dengan adil sehingga akan tercipta masyarakat yang adil dan makmur.

Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan internet mampu membuat pertumbuhan ekonomi. Masa kini, internet dapat memudahkan komunikasi bisnis, mempercepat proses transaksi bisnis (internet banking dll), penyebaran informasi bisnis dan keuangan, menjadi sarana iklan online, serta menciptakan peluang usaha internasional (ekspor-impor).

Berdasarkan hasil survey dari APJII tahun 2017, penetrasi pengguna internet sebanyak 143,26 juta jiwa dari total penduduk Indonesia. Tentunya hal ini menunjukkan sinyal positif bahwa penetrasi pengguna internet sudah mencapai 54,68% dari 262 juta penduduk Indonesia. Meskipun penyebarannya masih belum merata namun kenaikan pengguna internet dari tahun ke tahun adalah bukti bahwa pertumbuhan pengguna internet akan terus bertambah seiring dengan target Kominfo “Indonesia Merdeka Sinyal 2020”. Bukti nyatanya sedang mengejar target pembangunan 5.000 BTS sepanjang tahun 2018 yang dimana anggarannya berasal dari dana Kewajiban Pelayanan Universal (USO).

Sudah terbukanya akses internet melalui Wifi Nusantara tidak akan secara instan membangun sebuah desa. Literasi digital dalam hal pemanfaatan internet masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Saya mengambil poin penting yang dapat dilaksanakan di Indonesia dari rekomendasi strategik yang dihasilkan pada Konferensi Internasional Literasi Media dan Informasi untuk Pengetahuan Masyarakat di Moscow tahun 2012, sebagai berikut :

Tujuh poin kerangka kerja ini dapat dilakukan agar individu dan masyarakat dapat mengakses internet dengan baik. Masyarakat yang berada di lokasi pemasangan Wifi Nusantara tentunya belum memanfaatkan akses internet dengan maksimal, butuhnya bimbingan / sosialisasi ataupun buku literasi digital dari pihak terkait dalam penggunaan akses internet merupakan kebutuhan bagi mereka. Sehingga kita tinggal menanti dampak positif atas penggunaan internet dalam hal pertumbuhan ekonomi, masyarakat yang teredukasi, serta keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penulis: Samuel T M Silitonga

Leave a Reply