BlogPemanfaatan Internet

Wifi Nusantara Mengawal Mimpi Wujudkan Generasi Cerdas Mandiri



Di era modern dan serba canggih seperti saat ini, keberadaan internet tidak lagi menjadi sesuatu yang langka dan mewah. Internet sekarang telah menjadi kebutuhan penting dan mendesak. Layaknya kebutuhan pokok keberadaannya selalu menjadi yang utama. Akan tetapi jauh sebelum internet menjamur masih banyak masyarakat yang terisolasi. Tidak tahu dan paham keberadaan serta fungsinya. Begitu pula keadaan di desa kami Simpasai Sangga Lambu Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.

Tetapi sekarang tidak lagi berkat keberadaan Wifi Nusantara dari BAKTI Kominfo yang di pasang di Sman 2 Lambu Simpasai Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Segala kemudahan dan manfaat begitu banyak didapatkan. Untuk sekolah sendiri dengan adanya Wifi Nusantara, segala aktivitas sekolah sangat terbantu. Salah satunya adalah kinerja operator sekolah. Data sekolah bisa dikirimkan dengan tepat waktu kepada server yang ada di pusat. Melengkapi administrasi dan menginput data.

Untuk guru keberadaan internet sangat menunjang serta memfasilitasi proses belajar mengajar. Mendapatkan tambahan materi. Menemukan rancangan pembelajaran baru, mencari kelengkapan administrasi. Membuat kelompok diskusi untuk guru serumpun dengan memanfaatkan internet sebagai media.Selain memanfaatkan sebagai penunjang tugas pokoknya seorang pengajar, keberadaan internet di sekolah dimanfaatkan oleh guru sebagai media kreatif untuk mempromosikan serta menjual barang dagangannya secara online, tentu saja kegiatan ini dilakukan di sela jam mengajar.

Aktivitas pemanfaatan internet di sekolah

Mengurus data dapodik

Menginput data siswa baru

Kepala sekolah selaku pemimpin memanfaatkan keberadaan internet sebagai media informasi untuk mencari ide-ide cerdas dan segar untuk mengembangkan potensi yang ada di sekolah. Menggunakannya sebagai media promosi dengan tujuan mengenalkan keberadaan SMAN 2 Lambu pada masyarakat luas, sebagai media interaktif untuk bertukar sapa dan pengalaman dengan kepala-kepala sekolah lain bagaimana cara mengembangkan serta meningkatkan kualitas sekolah. Dengan kemerdekaan mengakses tanpa batas, segala kemudahan didapatkan.

Kepala sekolah tidak hanya pengayom tetapi juga kreator aktif

Salah satu ide yang dicetuskan oleh kepala sekolah adalah pemanfaatan akses internet tanpa batas sebagai sarana pengembangan potensi dan professional guru dengan melaksanakan kegiatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) secara mandiri di sekolah. Guru serumpun di sekolah masing-masing dapat berperan aktif merancang media pembelajaran tetapi tentu saja dengan bimbingan para ahli (pengawas pembina). Pengawas pembina mengarahkan dan memberikan konsep bagaimana cara merancang dan menyusun administrasi pembelajaran. Selanjutnya para guru dapat mengakses sendiri informasi yang ada di internet untuk pengembangannya. Belajar secara mandiri untuk meningkatkan kualitas serta profesional guru dengan bantuan Wifi Nusantara. Karena kepala sekolah dan pengawas pembina percaya kemampuan guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya apalagi dengan kemudahan informasi yang akan selalu didapatkan dengan mengakses internet tanpa batas. Untuk membuktikan hal tersebut, setelah arahan ada evaluasi yang diberikan oleh Pengawas pembina yaitu berupa presentasi akhir dari setiap hasil kerja para guru serumpun.

Para guru mendengarkan arahan dari pengawas pembina

Untuk siswa keberadaan internet di sekolah dimanfaatkan sebagai kamus atau ensiklopedia berjalan, siswa dapat menemukan cara menyelesaikan tugasnya dan untuk guru cara ini cukup efisien dan praktis apalagi sekarang kurikululum pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 dimana peserta didik dituntut lebih aktif dan mandiri dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan keberadaan internet di sekolah, guru hanya perlu memberikan tema, selanjutnya siswa mengakses sendiri di internet materi yang berkaitan dengan tugas yang diberikan.

Di luar jam sekolah pun siswa masih dapat menggunakan internet ini karena keberadaannya yang murah hati (sistemnya tidak terkunci dan tidak membutuhkan password) dan lingkungan sekolah yang memberikan kebebasan mengakses internet tanpa batas. Siswa dapat memanfaatkannya untuk mencari tambahan atau mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Kalau dulu mencari referensi untuk tugas perlu mengantri berjam-jam di depan warnet dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menggunakannya.Dengan keberadaan internet di sekolah, siswa tidak perlu lagi risau dan hanya fokus untuk belajar dan menjadi cerdas, mandiri, aktif dan berwawasan luas. Selain siswa, guru pun memanfaatkan waktu di luar jam sekolah untuk mengakses internet. Berdiskusi, berdebat tentang masalah apa saja yang didapatkan di internet. Dan bagi penggemar novel (seperti saya ) datang mengunduh novel-novel terbaru secara gratis adalah surga.

Internet di sekolah tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak sekolah, tetapi juga menjadi daya tarik bagi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah SMAN 2 Lambu, Keberadaannya yang murah hati menjadi ladang amal bagi SMAN 2 Lambu (terimaksih Wifi Nusantara). Masyarakat yang sudah mengetahui keberadaan Wifi Nusantara berbondong-bondong untuk datang mengaksesnya. Segala usia. Para remaja memanfaatkan internet di sekolah sebagai media sosialisasi dengan saling berbalas pesan di facebook. Para pencandu game  memanfaatkan sebagai media refreshing dari penat dan lelahnya pekerjaan.

Selain itu, masyarakat juga menggunakan internet sebagai sarana untuk mendapatkan informasi terbaru seputar apa saja. Dengan keberadaan Wifi Nusantara, masyarakat menjadi rajin membaca. Intensitas keinginan mereka untuk membaca berita apa saja yang ada di internet meningkat. Masyarakat menjadi sadar dan paham akan pentingnya pengetahuan. Wifi Nusantara telah berhasil mencerdaskan bangsa dengan keberadaannya. Untuk masyarakat Simpasai Sangga keberadaan Wifi Nusantara bagaikan oase, menjadi penyejuk dikala dahaga. Menjadi solusi untuk menarik perhatian masyarakat agar sadar teknologi dan informasi. Karena di era global ini, kamu terlambat (mengetahui informasi) maka kamu tertinggal.

Aktivitas siswa belajar mandiri di sekolah

Selain sebagai sarana membudayakan membaca, Wifi Nusantara dijadikan sebagai sarana mempromosikan desa Simpasai Sangga ke hadapan dunia. Banyak masyarakat di luaran sana yang belum mengetahui potensi serta kelebihan dari desa kami. Salah satu yang menjadi andalan adalah Tembe Nggoli atau sarung Nggoli.  Sarung Nggoli adalah jenis kerajinan tenun yang sudah diwarisi turun temurun dan menjadi kebanggaan bagi kami masyarakat Bima, khususnya masyarakat Simpasai Sangga. Lebih istimewa lagi setelah fakta bahwa Tembe Nggoli pernah digunakan sebagai kebanggaan dan identitas daerah pada festival Rimpu di Monas pada tanggal 15 Juli 2018. Dengan melihat ketertarikan masyarakat Jakarta menonton festival tentu itu bisa menjadi daya tarik untuk mempromosikan keberadaan Tembe Nggoli. Dengan pemanfaatan internet tanpa batas. Kerajinan Tembe Nggoli bisa diperkenalkan kepada generasi berikutnya. Tidak hanya untuk generasi asli Bima tetapi generasi daerah lain. Keberadaan Tembe Nggoli harus dinasionalkan karena merupakan warisan kearifan lokal Indonesia. Selain itu, Tembe Nggoli  dapat menjadi komoditi utama sebagai tambahan devisit anggaran daerah.

Mempromosikannya secara online dengan skala nasional. Ke depannya dengan adanya Wifi Nusantara, Tembe Nggoli bisa dipromosikan secara terus-menerus di skala nasional maupun internasional layaknya batik yang yang sudah mendunia. Kalau sekarang orang hanya memakai Tembe Nggoli sebagai bagian dari budaya, dan fungsi utama sebagai sarung. Mimpi kami. agar suatu hari nanti Tembe Nggoli tidak hanya berada di Monas, tetapi berada di panggung catwalk dunia menjadi sebuah peragaan busana di tangan Ivan Gunawan atau Dian Pelangi.

Tembe Nggoli digunakan sebagai Rimpu pada Festival Budaya Bima

Dengan kemerdekaan mengakses tanpa batas yang diberikan BAKTI Kominfo melalui keberadaan Wifi Nusantara, segala upaya dan potensi desa Simpasai Sangga bisa secara terus-menerus digaungkan sampai suatu hari nanti keberadaan mimpi ini bisa terwujud. Aamiin. Terimakasih Wifi Nusantara yang telah menjadi dermawan mencerdaskan desa kami dan membuat kami berani bermimpi.

Penulis: Fifi Yani Dwicantika Putri

Leave a Reply